Ketika anda sedang berjalan-jalan di Malioboro, anda akan sering menjumpai gantungan kunci atau patung miniatur kepala suku Indian
yang mengenakan topi berbulu-bulu. Pada suatu ketika, waktu saya sedang
melihatnya bersama seorang teman ia berujar “hmmm…berani sekali “.
Entah apa maksudnya tapi komentar yang tidak saya pedulikan itu kini
membuat saya teringat dan menyisakan tanda tanya bagi saya. “memangnya kenapa dengan patung kepala suku Indian yang berbulu-bulu itu?”
Minggu lalu saya bersama beberapa teman megunjungi acara Mohican Pow-wow di Loudonville, Ohio. Pada even ini orang-orang Indian berkumpul untuk menari, bernyanyi, dan bercengkerama satu sama lain dalam sebuah ikatan kekeluargaan dan persahabatan. Keikutsertaan merekapun dilombakan dan dinilai oleh beberapa juri untuk kemudian akan mendapatkan hadiah sampai $9,000 bagi yang menang. Salah satu lombanya adalah lomba menari.
Tarian adalah bagian yang sangat penting bagi kehidupan orang Indian selain nyanyian. Jenis-jenis tarian dalam Pow-wow ini ada yang berupa tarian perang ponca dan suku-suku di dataran sisi utara Amerika dan juga tarian yang untuk parade pada masyarakat saja.
Zaman terus berkembang, sehingga pakaian yang dikenakan oleh para penari terus berubah sepanjang zaman. Namun aksesoris bulu-bulunya tidak terlupakan oleh mereka bahkan ada berbagai macam jenis bulu yang merkea kenakan dari yang tiruan, sampai yang bulu ayam betulan. Mereka percaya bahwa itu bukanlah budaya yang terhenti namun sebuah dinamika yang selalu berkembang dari waktu ke waktu mengikuti ritme kehidupan mereka. Walau kebanyakan para penari saat ini dianggap penari biasa namun isi, maknanya, dan kepentingan dari tarian-tarian itu tidak berubah dengan apa yang para penari jaman terdahulu lakukan.
Atribut pakaian orang Indian identik dengan bulu-bulu berbagai macam burung dan saya pun bertanya kepada salah seorang peserta lomba.
“Apakah ini bulu burung Elang?”
“Oh bukan, ini bulu ayam jangan dan ayam kalkun…kalau bulu burung Elang itu bulu sakral dan hanya digunakan oleh orang-orang tertentu saja.” jawabnya.
Jawaban itu semakin membawa penasaran. Saya keliling di berbagai stand penjualan yang ada di sekitar tempat menari, tidak ada yang menjual topi bulu-bulu itu kecuali satu stand yang membuat tiruannya dengan bahan semacam kain (bukan bulu). Saya pun melanjutkan mengambil gambar para peserta lomba itu dan mengumpulkannya sebagai koleksi.
Salah satu penari dengan atribut bulu-bulu khas suku Indian Melihat gambar-gambar penampilan mereka saya jadi terusik untuk mencari tahu tentang makna bulu-bulu bagi orang Indian. Menurut beberapa sumber yang saya dapat, orang Indian memang mengumpulkan bulu-bulu dari berbagai jenis burung untuk berbagai keperluan, terutama untuk membuat hiasan kepala. Sekarang ini, orang Indian memiliki ijin khusus untuk mengumpulkan bulu-bulu Elang sementara orang selain Indian tidak diijinkan oleh pemerintah Amerika.
Bagi orang Indian bulu bukan sekedar hiasan melainkan ia memiliki makna
spiritual yang tinggi, kepercayaan, penghargaan, kekuatan,
kebijaksanaan, kekuatan, kebebasan dan banyak lagi. Mereka mempercayai
bahwa Elang memiliki hubungan khusus dengan Surga karena mereka terbang
sangat dekat. Orang Indian percaya bahwa Elang adalah raja dari segala
burung karena ia terbang sangat tinggi dan memiliki kemampuan melihat
lebih baik daripada burung-burung lainnya. Ketika orang Indian
mendapatkan bulunya, itu merupakan simbol pemberian dari “atas”.
Hiasan kepala orang suku Indian yang paling populer adalah War Bonnet yang dibuat oleh Native American dengan desain berkelir perak. Yang paling populer dari War Bonnet ini adalah yang dibuat dengan satu atau dua lapis dan memanjang ke belakang seperti ekor dan bahkan sampai ada yang menyentuh tanah. Ini disebut Trailer War Bonnet.
War Bonnet populer yang lain adalah Halo War Bonnet. War Bonnet ini leih formal dan digunakan oleh Crow yang sudah senior sampai hari ini. Desain dari War Bonnet ini khas dengan bulu-bulunya yang menggantung mengitari wajah dan membentuk lingkaran oval.
Selain ke dua jenis diatas, ada juga yang bulunya dipakai tegak ke atas di atas kepala. Jenis ini biasanya nampak lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain dan ia memiliki konstruksi lebih sempit.
Tidak semua orang indian bisa bebas memakai bulu-bulu pada kepalanya. Bulu-bulu hiasan kepala ini merupakan hadiah bagi mereka yang pernah melakukan tindakan-tindakan berani kepahlawanan di medan perang. Sebagai contoh, seorang Indian yang mendapatkan bulu Elang Emas yang sangat dipuja-puja karena dia melakukan tindakan yang paling berani dalam perang.
Penganugerahan bulu ini sebagai mahkota pun akan diselenggarakan dengan memberikan warna merah pada orang itu sebagai tanda penghargaan atas tindakannya yang berani. Bulu-bulu itu akan disusun dengan rumit dan rapih bersama dengan kulit binatang semacam musang atau biasa disebut Ermine. Namun yang paling menonjol dari itu semua adalah tetap pada bulunya yang sampai kini masih dianggap sakral.
Ketika seorang Indian mendapatkan bulu Elang itu, maka ia harus menjaganya dan tidak boleh menyembunyikannya. Ia harus mengenakannya atau memegananya dan tidak diperbolehkan sampai jatuh ke tanah seperti layaknya memegang bendera.
Hanya kepala suku, pejuang, dan orang-orang berani saja yang diberikan hadiah spesial ini. Merekalah orang yang dianggap berani memerangi musuh yang akan diberikan dan diijinkan mengenakan bulu-bulu ini di kepala mereka. Merekalah yang berani menceritakan kembali di depan pengadilan suku atas keberanian mereka meraih kemenangan atas musuh-musuhnya. Merekalah yang telah pernah mengalami cedera, membunuh seorang musuh, memotong leher dan mengambil kulit kepala musuh yang akan mendapat bulu kehormatan dari Elang Emas itu.
sumber: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/07/22/
kunjungi juga website kami di : http://www.printondemand.co.id
Minggu lalu saya bersama beberapa teman megunjungi acara Mohican Pow-wow di Loudonville, Ohio. Pada even ini orang-orang Indian berkumpul untuk menari, bernyanyi, dan bercengkerama satu sama lain dalam sebuah ikatan kekeluargaan dan persahabatan. Keikutsertaan merekapun dilombakan dan dinilai oleh beberapa juri untuk kemudian akan mendapatkan hadiah sampai $9,000 bagi yang menang. Salah satu lombanya adalah lomba menari.
Tarian adalah bagian yang sangat penting bagi kehidupan orang Indian selain nyanyian. Jenis-jenis tarian dalam Pow-wow ini ada yang berupa tarian perang ponca dan suku-suku di dataran sisi utara Amerika dan juga tarian yang untuk parade pada masyarakat saja.
Zaman terus berkembang, sehingga pakaian yang dikenakan oleh para penari terus berubah sepanjang zaman. Namun aksesoris bulu-bulunya tidak terlupakan oleh mereka bahkan ada berbagai macam jenis bulu yang merkea kenakan dari yang tiruan, sampai yang bulu ayam betulan. Mereka percaya bahwa itu bukanlah budaya yang terhenti namun sebuah dinamika yang selalu berkembang dari waktu ke waktu mengikuti ritme kehidupan mereka. Walau kebanyakan para penari saat ini dianggap penari biasa namun isi, maknanya, dan kepentingan dari tarian-tarian itu tidak berubah dengan apa yang para penari jaman terdahulu lakukan.
Atribut pakaian orang Indian identik dengan bulu-bulu berbagai macam burung dan saya pun bertanya kepada salah seorang peserta lomba.
“Apakah ini bulu burung Elang?”
“Oh bukan, ini bulu ayam jangan dan ayam kalkun…kalau bulu burung Elang itu bulu sakral dan hanya digunakan oleh orang-orang tertentu saja.” jawabnya.
Jawaban itu semakin membawa penasaran. Saya keliling di berbagai stand penjualan yang ada di sekitar tempat menari, tidak ada yang menjual topi bulu-bulu itu kecuali satu stand yang membuat tiruannya dengan bahan semacam kain (bukan bulu). Saya pun melanjutkan mengambil gambar para peserta lomba itu dan mengumpulkannya sebagai koleksi.
Salah satu penari dengan atribut bulu-bulu khas suku Indian Melihat gambar-gambar penampilan mereka saya jadi terusik untuk mencari tahu tentang makna bulu-bulu bagi orang Indian. Menurut beberapa sumber yang saya dapat, orang Indian memang mengumpulkan bulu-bulu dari berbagai jenis burung untuk berbagai keperluan, terutama untuk membuat hiasan kepala. Sekarang ini, orang Indian memiliki ijin khusus untuk mengumpulkan bulu-bulu Elang sementara orang selain Indian tidak diijinkan oleh pemerintah Amerika.
Hiasan kepala orang suku Indian yang paling populer adalah War Bonnet yang dibuat oleh Native American dengan desain berkelir perak. Yang paling populer dari War Bonnet ini adalah yang dibuat dengan satu atau dua lapis dan memanjang ke belakang seperti ekor dan bahkan sampai ada yang menyentuh tanah. Ini disebut Trailer War Bonnet.
War Bonnet populer yang lain adalah Halo War Bonnet. War Bonnet ini leih formal dan digunakan oleh Crow yang sudah senior sampai hari ini. Desain dari War Bonnet ini khas dengan bulu-bulunya yang menggantung mengitari wajah dan membentuk lingkaran oval.
Selain ke dua jenis diatas, ada juga yang bulunya dipakai tegak ke atas di atas kepala. Jenis ini biasanya nampak lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain dan ia memiliki konstruksi lebih sempit.
Tidak semua orang indian bisa bebas memakai bulu-bulu pada kepalanya. Bulu-bulu hiasan kepala ini merupakan hadiah bagi mereka yang pernah melakukan tindakan-tindakan berani kepahlawanan di medan perang. Sebagai contoh, seorang Indian yang mendapatkan bulu Elang Emas yang sangat dipuja-puja karena dia melakukan tindakan yang paling berani dalam perang.
Penganugerahan bulu ini sebagai mahkota pun akan diselenggarakan dengan memberikan warna merah pada orang itu sebagai tanda penghargaan atas tindakannya yang berani. Bulu-bulu itu akan disusun dengan rumit dan rapih bersama dengan kulit binatang semacam musang atau biasa disebut Ermine. Namun yang paling menonjol dari itu semua adalah tetap pada bulunya yang sampai kini masih dianggap sakral.
Ketika seorang Indian mendapatkan bulu Elang itu, maka ia harus menjaganya dan tidak boleh menyembunyikannya. Ia harus mengenakannya atau memegananya dan tidak diperbolehkan sampai jatuh ke tanah seperti layaknya memegang bendera.
Hanya kepala suku, pejuang, dan orang-orang berani saja yang diberikan hadiah spesial ini. Merekalah orang yang dianggap berani memerangi musuh yang akan diberikan dan diijinkan mengenakan bulu-bulu ini di kepala mereka. Merekalah yang berani menceritakan kembali di depan pengadilan suku atas keberanian mereka meraih kemenangan atas musuh-musuhnya. Merekalah yang telah pernah mengalami cedera, membunuh seorang musuh, memotong leher dan mengambil kulit kepala musuh yang akan mendapat bulu kehormatan dari Elang Emas itu.
sumber: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/07/22/
kunjungi juga website kami di : http://www.printondemand.co.id







0 komentar:
Posting Komentar